ULASAN BUKU KI HADJAR DEWANTARA [#6]

: March 09, 2019


KI HADJAR DEWANTARA JILID I 
BAB I PENDIDIKAN [#6]
Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka


: Hari Libur


Lelah dan sumpek seharian sedikit terobati ketika ingat bahwa hari ini sabtu, dan hari terakhir USBN, plus cairan gaji pengawas ujian. Rasa bahagia menutupi segala penat rutinitas padat, mulai dari; simulasi-simulasi ujian sejak akhir Januari lalu, ujian praktik dan USBN awal Februari, Senin besok simulasi dan gladi resik UAMBN-UNBK, Rabu UAMBN, persiapan UNBK, nilai rapor, perpisahan kelas XII, PPDB, materi belum tuntas, nilai yg sudah ditagih, siswa bolos, pulang pukul 16.30 WIB, paidonan rekan kerja, cuapan isteri dan anak, semua itu hilang sekejap karena besok hari Minggu. Waktu untuk mengistirahatkan mental, biar tidak sakit.

Berkaitan dengan hari libur, KHD mengatakan bahwa hari libur perlu diberikan untuk memberi istirahat kepada anak-anak, agar terpelihara kesehatannya, berhubung dg pekerjaannya yg berat karena mempergunakan otaknya.  Selain itu libur diberikan untuk memperingati hari-hari yg pantas dikenangkan berhubungan dg pendidikan.

Guna tertibnya pengajaran, maka jumlah hari liburan dalam setahun kurang lebih 110 hari, sedangkan hari pelajaran kurang lebih 255 hari. Peraturan liburan dalam Taman Siswa masa itu menekankan pada dua hal: 
1) hari mengaso, disesuaikan dg keadaan yg umum dalam pergaulan nasional.
2) hari peringatan yg berhubungan dg kebatinan dan hari peringatan nasional yg berhubungan untuk menghidupkan rasa kebangsaan.

Pemberian hari libur dalam pendidikan ditujukan sebagai keseimbangan. Libur bukan berarti alfa dari kegiatan belajar. Belajar tetap berlangsung secara mandiri. Libur berarti berhenti sejenak dari rutinitas untuk belajar hal baru, untuk kembali mengkondisikan mental agar kembali segar.

Ada beragam hal bisa dilakukan saat libur. Bagi seorang anak bisa membantu pekerjaan rumah orang tuanya. Bagi santri bisa ro'an bersih2 pondok, atau bermain bersama. Bagi orang tua bisa pergi jalan-jalan bersama keluarga. Ada banyak manfaat yg bisa diperoleh dari kegiatan positif mengisi liburan.

Libur hari minggu akan terasa tidak bermakna bila dihabiskan untuk tidur atau bermain game. Selain membuat seseorang kurang berinteraksi, hal itu juga akan memberi dampak negatif terhadap mental. Merasa kurang semangat, mudah marah, sulit konsentrasi dan bahagia.

Menanamkan kesadaran pada diri, bahwa belajar berlangsung sepanjang hayat akan memberikan semangat dalam membenahi diri untuk bisa menjadi lebih baik. Belajar tidak ditentukan tempat dan waktu, selama masih bernyawa kesempatan belajar masih terbuka lebar.

Sebagai penutup, ada pesan KHD dalam tiga kata, seseorang itu harus Tetep, antep, dan mantep, ketetapan fikiran dan batin itulah yg akan menentukan kwalitet seseorang. Dan jika tetep dan antep itu sudah ada, maka mantep akan datang.



9 Maret 2019